Investasi Emas

Investasi Paling Klasik, Beli Emas Koin atau Batangan

Sebagian besar masyarakat yang masih memiliki pola pikir klasik cenderung menjadikan emas sebagai pilihan investasi yang utama. Namun, tidak sedikit pula yang bingung bagaimana memulai investasi emas. Membeli emas ANTAM sendiri lalu menyimpannya di brankas atau membeli perhiasan emas sebanyak-banyaknya dan disimpan di rumah?

Secara prinsip investasi emas memang berawal dari membeli emas, menyimpannya, dan menjual kembali saat harga naik.

Bagi Anda yang kesulitan memulai investasi emas, berikut ini empat pilihan investasi emas yang bisa dilakukan. Mulai dari yang konvensional sampai yang modern berbasis teknologi digital.

Cara pertama dan yang paling kuno dalam berinvestasi emas adalah membeli emas koin dan batangan. Sejak zaman dahulu orang-orang kaya telah banyak menimbun emas dalam bentuk fisik sebagai harta kekayaan yang akan mereka wariskan ke anak cucu mereka di masa depan. Seiring perkembangan zaman, minat investasi emas dengan membelinya menjadi surut karena hadirnya berbagai instrumen investasi yang lain semisal investasi pasar modal.

Di negara-negara tertentu, emas masih dipandang sebagai simbol kekayaan sehingga permintaan emas fisik dalam bentuk koin dan batangan tetap besar. India dan Cina, misalnya, terkenal sebagai negara dengan sumber permintaan emas terbesar di dunia.

Walau cara tersebut terkesan klasik ataupun konvensional, ternyata membeli emas di toko emas atau langsung ke gerai PT ANTAM masih menjadi favorit sebagian besar masyarakat pecinta investasi ini. Selain karena harga emas yang terjangkau, likuidnya juga bagus alias mudah dijual saat dibutuhkan. Inilah sebabnya banyak di antara mereka memilih cara ini. Dalam kurun waktu beberapa lama, misalnya 3-5 tahun, mereka menjual emas tersebut dan biasanya harganya sudah naik.

Dengan cara seperti ini, investor bisa mendapatkan keuntungan dari investasi emas fisik ini. Di luar itu, ada pula sebagian investor yang memanfaatkan emas untuk keperluan simpanan jangka panjang, seperti untuk berangkat haji , berangkat umroh atau menyekolahkan anak di luar negeri.

Kelemahan dari jenis investasi ini adalah Anda perlu mempunyai tempat penyimpanan dan asuransi untuk mengamankan aset emas yang dimiliki. Tentu ada ongkos yang tidak murah. Sebab menyimpan di safe deposit box atau brankas tetap harus mengeluarkan biaya sewa.

Sumber : cermati.com